Jam
di dinding menunjukan pukul 12.30 WITA , koper dan kardus yang penuh berisi
barang-barang untuk kepindahanku ke Bandar lampung. Awal mula kami pindah ke
bandar lampung karena ayahku berpindah tugas dari Banjarmasin menuju Lampung,
waktu pun menunjukan sore hari saat semua orang berkumpul di rumahku untuk
mengatakan perpisahan dari tetangga , teman dekat , hingga guruku pun datang ke
rumahku.
Kami
beruntung punya tetangga seperti nenek dan kakek Alex , beliau menganggap kami
sekeluarga selayaknya anak dan cucunya kami beruntung mempunyai tetangga
seperti dia.Jam pun menunjukan pukul 05.10 WITA
dan kami pun berangkat ke bandara dengan diantar oleh kakek dan nenek
Alex menggunakan mobil mereka .
Sebelum
tiba di bandara Ayah , kakek dan aku untuk berkeliling kota Banjarmasin untuk
yang terakhir kalinya. Akhirnya kami tiba di bandara kami pun lantas lansung
mengeluarkan barang yang di bawa dan mencari orang pengangkut barang ( porter )
,aku dan ayah langsung ke dalam bandara untuk melakukan Check in. Saat
semua sudah selesai di urus kami pun keluar dari terminal bandara untuk
berpamitan dengan kakek dan nenek Alex.
Saat
berpisah dengan kakek dan nenek alex haru dari mereka pun tak terbendungi
mereka berkata “jaga diri baik-baik dan kalau ada waktu datanglah ke
Banjarmasin”. Akhir kami sekeluarga pun masuk ke terminal bandara untuk
menunggu keberangkatan kami, dan tibalah kami di panggil untuk segera menaiki
pesawat dan tibalah pesawat lepas landas menuju Jakarta ( transit ) .
Setiba
di Jakarta kami pun lantas melapor untuk connected menuju Lampung, setelah
semua urusan untuk ke Lampung telah selesai akhirnya kami pun makan malam dii
sebuah restoran yang ada di daerah bandara. Dan pada pukul 19.30 WIB kami sekeluarga
pun menuju Lampung menggunakan pesawat, setiba di bandara pukul 20.00 WIB kami
mengambil barang yang kami bawa dari Banjarmasin , kaki di jemput oleh teman ayahku yang bernama om May.
Kami
langsung memberi kabar ke Nenek dan Kakek Alex mereka pun langsung berkata “
yah sudah selamat bekerja di tempat yang baru” , dan kami pun langsung menuju
rumah dan ternyata rumah masih berantakan
kami pun lantas mencari penginapan untuk beberapa.
By : Haykal Ahmadi Kautsar







0 komentar:
Posting Komentar