Disuatu pagi yang cerah seorang gadis remaja
sedang terlelap dengan nyaman nya di atas kasur empuk. “Hoaamm! Aku terbangun dari tidur nyenyak ku, ini jam berapa ya?”.
“Ku lirik ke arah jam, oh
tidak! Udah jam 7, aku telat!”
Dengan
terburu-buru aku masuk kekamar mandi , hanya butuh waktu 5 menit untuk mandi
dan ganti baju.
Sedikit berlari menuruni tangga , “Morning, Dad! Morning, Mom!”
Kucium
pipi kedua orang tua ku , “Mom, Dad! Calista pergi dulu ya!”
“Loh gak makan dulu, sayang?”
“Enggak, Mom! Udah telat banget nih, Mom!”
jawab ku,
“Baiklah, Baby! Hati – hati dijalan ya!”
“Iya, Mom!
Berlari
kecil menuju mobil, “Ayok, Pak No! Lista udah telat banget nih!”
“Bisa di jemur di lapangan, hitam nanti”, tak sampai 10 menit aku sampai kesekolah.
“Pak, makasih ya, nanti gak usah jemput, pulang sama temen aja,”
“Iya non bapak pulang ya?”
“Iya
pak, hati –
hati dijalan pak”, ucap ku.
Dengan cepat aku berlari menuju kelas, takut kalau guru killer
itu udah dateng, bisa kena jemur kayak ikan asin. Ku buka pintu kelas, terlihat meja
guru masih kosong, aku bisa bernafas lega sekarang. Ku hampiri bangku kosong
tepat disebelah sahabat ku Salsa, “Hay, Sal! kangen deh sama kamu, sehari gak ketemu berasa 1 tahun”,
“Gak usah ngegomabal list!” ,
“Hahaha! Maaf
Sal, abis kamu lemes gitu, jadi aku jahilin aja”
“Lis, tau gak, nanti ada anak baru
masuk kelas kita”
“Oh ya? Aku gak tau tuh, kamu dapet info dari mana Sal?”
“Aku tau dari Bu Santi
lis, katanya
sih, pindahan
dari Jerman”
“Oh..”, ber oh ria . tak lama kemudian Bu Sinta masuk ke kelas ,
“Selamat pagi! Anak anak, hari ini kita kedatangan
teman baru, ayo Vincent perkenalkan dirimu”.
“Halo! teman-teman, nama saya Vincent Derma,
biasa dipanggil Vincent, aku pindahan dari Jerman, semoga kalian semua bisa menerima kehadiran saya , terima kasih”
“Salsa! kamu pindah kebangku
kosong sebelah angga”
“Yah!
kenapa bu?”
Sahut salsa,
“kamu
selalu duduk disebelah Calista, sekarang gantian biarkan vincent yang duduk disana!” ,
“
iya bu” jawab
Salsa lemah.
Vincent berjalan mendekati mejaku, “Hay! Aku Vincent, salam kenal Calista, semoga kita bisa jadi
partner satu meja yang baik” ujar nya, sambil tersenyum kepadaku ,
“Hay juga! Vincent semoga itu terjadi, haha…, eumm… seperti nya kita pernah
bertemu?”
Tanyaku pada vincent.
By : Fatimah Syahrubanu







