Selasa, 01 Oktober 2013

THE TWINS

Disuatu pagi yang cerah seorang gadis remaja sedang terlelap dengan nyaman nya di atas kasur empuk. Hoaamm! Aku terbangun dari tidur nyenyak ku, ini jam berapa ya?”.
 Ku lirik ke arah jam, oh tidak! Udah jam 7, aku telat!”
Dengan terburu-buru aku masuk kekamar mandi , hanya butuh waktu 5 menit untuk mandi dan ganti baju.
Sedikit berlari menuruni tangga , “Morning, Dad! Morning, Mom!”
Kucium pipi kedua orang tua ku , “Mom, Dad! Calista pergi dulu ya!”
“Loh gak makan dulu, sayang?
Enggak, Mom! Udah telat banget nih, Mom!” jawab ku,
“Baiklah, Baby! Hati – hati dijalan ya!”
“Iya, Mom!
Berlari kecil menuju mobil, “Ayok, Pak No! Lista udah telat banget nih!”
“Bisa di jemur di lapangan, hitam nanti”, tak sampai 10 menit aku sampai kesekolah.
Pak, makasih ya, nanti gak usah jemput, pulang sama temen aja,
“Iya non bapak pulang ya?
Iya pak, hati – hati dijalan pak”, ucap ku.
Dengan cepat aku berlari menuju kelas, takut kalau guru killer itu udah dateng, bisa kena jemur kayak ikan asin. Ku buka pintu kelas, terlihat meja guru masih kosong, aku bisa bernafas lega sekarang. Ku hampiri bangku kosong tepat disebelah sahabat ku Salsa, “Hay, Sal! kangen deh sama kamu, sehari gak ketemu berasa 1 tahun,
“Gak usah ngegomabal list!” ,
“Hahaha! Maaf  Sal, abis kamu lemes gitu, jadi aku jahilin aja
 “Lis, tau gak, nanti ada anak baru masuk kelas kita
“Oh ya? Aku gak tau tuh, kamu dapet info dari mana Sal?
“Aku tau dari Bu Santi lis, katanya sih, pindahan dari Jerman
“Oh..”, ber oh ria . tak lama kemudian Bu Sinta masuk ke kelas ,
“Selamat pagi! Anak anak, hari ini kita kedatangan teman baru, ayo Vincent perkenalkan dirimu.
Halo! teman-teman, nama saya Vincent Derma, biasa dipanggil Vincent, aku pindahan dari Jerman, semoga kalian semua bisa menerima kehadiran saya , terima kasih
Salsa! kamu pindah kebangku kosong sebelah angga
“Yah! kenapa bu? Sahut salsa,
kamu selalu duduk disebelah Calista, sekarang gantian biarkan vincent yang duduk disana! ,
iya bu jawab Salsa lemah.
Vincent berjalan mendekati mejaku, “Hay! Aku Vincent, salam kenal Calista, semoga kita bisa jadi partner satu meja yang baik ujar nya, sambil tersenyum kepadaku ,
“Hay juga! Vincent semoga itu terjadi, haha…, eumm seperti nya kita pernah bertemu? Tanyaku pada vincent.
 
By : Fatimah Syahrubanu

TRAGEDI SI HITAM ORANGE

Minggu pagi sekitar pukul 05:00 WIB. Nadya terbangun dari tidur lelapnya, karena suara ayam yang tak henti hentinya terus berkokok yang menandakan hari sudah pagi. Nadya membuka jendela,ternyata cuaca diluar masih gelap dan matahari sama sekali belum memunculkan tanda kehadirannya. Lalu Nadya segera bersiap untuk solat shubuh dan mengambil wudhu. Selesai solat, Nadya mengambil sepeda beroda dua warna hitam kombinasi warna oren. Pemberian ayahnya sebagai kado ulang tahun ketika ia berumur 5 tahun, namun sampai umur 7 tahun Nadya masih belum bisa mengedarai sepeda beroda dua dengan benar,walaupun ayahnya sudah sering sekali mengajarinya. Dengan rasa penasaran Nadya membawa sepedanya keluar rumah dan ia lebih memilih mendorong sepedanya karena ia masih belum bisa mengimbangkan badannya ketika menaiki sepeda.Tak lupa Nadya mengajak temannya yang berada disebelah rumahnya untuk bermain sepeda bersama,”Toktoktok....”suara pintu yang diketuk Nadya “Ana main sepeda yuk?”kata Nadya “Iya,tunggu sebentar aku ambil sepeda dibelakang dulu ya”sahut Ana “Ya,cepat ya”jawab Nadya singkat. Tak lama Ana membukakan pintu sambil membawa sepeda roda dua berwarna merah cerah “Siap,Yuk jalan”Kata Ana sambil menaiki sepedanya, sedangkan Nadya mengikuti Ana dari belakang sambil menuntun sepedanya. Nadya melihat turunan,ia memberanikan diri menaiki sepeda tetapi dengan kaki yang masih menapak di aspal,lama kelamaan Nadya mulai bisa seimbang namun dari arah berlawan ada mobil dengan kecepatan cukup tinggi ingin berbelok kearah kanan secara mendadak, Nadya ingin mencoba menge-rem sepedanya ternyata rem sepedanya tidak berfungsi lagi, mobil itu menyenggol sepeda Nadya yang kehilangan kendali, membuat Nadya dan sepeda masuk kedalam selokan yang banyak air dan lumut hijau sehingga seluruh badannya basah oleh air dan banyak goresan luka disekitar kaki dan tangannya berdarah. Ana, teman Nadya dan warga sekitar melihat kejadian itu langsung menolong Nadya terjebur kedalam selokan. Dengan keadaan kaki yang perih akibat luka Nadya yang dituntut Ana pulang kerumahnya.
By : Nadya Prmadina