Selasa, 01 Oktober 2013

TRAGEDI SI HITAM ORANGE

Minggu pagi sekitar pukul 05:00 WIB. Nadya terbangun dari tidur lelapnya, karena suara ayam yang tak henti hentinya terus berkokok yang menandakan hari sudah pagi. Nadya membuka jendela,ternyata cuaca diluar masih gelap dan matahari sama sekali belum memunculkan tanda kehadirannya. Lalu Nadya segera bersiap untuk solat shubuh dan mengambil wudhu. Selesai solat, Nadya mengambil sepeda beroda dua warna hitam kombinasi warna oren. Pemberian ayahnya sebagai kado ulang tahun ketika ia berumur 5 tahun, namun sampai umur 7 tahun Nadya masih belum bisa mengedarai sepeda beroda dua dengan benar,walaupun ayahnya sudah sering sekali mengajarinya. Dengan rasa penasaran Nadya membawa sepedanya keluar rumah dan ia lebih memilih mendorong sepedanya karena ia masih belum bisa mengimbangkan badannya ketika menaiki sepeda.Tak lupa Nadya mengajak temannya yang berada disebelah rumahnya untuk bermain sepeda bersama,”Toktoktok....”suara pintu yang diketuk Nadya “Ana main sepeda yuk?”kata Nadya “Iya,tunggu sebentar aku ambil sepeda dibelakang dulu ya”sahut Ana “Ya,cepat ya”jawab Nadya singkat. Tak lama Ana membukakan pintu sambil membawa sepeda roda dua berwarna merah cerah “Siap,Yuk jalan”Kata Ana sambil menaiki sepedanya, sedangkan Nadya mengikuti Ana dari belakang sambil menuntun sepedanya. Nadya melihat turunan,ia memberanikan diri menaiki sepeda tetapi dengan kaki yang masih menapak di aspal,lama kelamaan Nadya mulai bisa seimbang namun dari arah berlawan ada mobil dengan kecepatan cukup tinggi ingin berbelok kearah kanan secara mendadak, Nadya ingin mencoba menge-rem sepedanya ternyata rem sepedanya tidak berfungsi lagi, mobil itu menyenggol sepeda Nadya yang kehilangan kendali, membuat Nadya dan sepeda masuk kedalam selokan yang banyak air dan lumut hijau sehingga seluruh badannya basah oleh air dan banyak goresan luka disekitar kaki dan tangannya berdarah. Ana, teman Nadya dan warga sekitar melihat kejadian itu langsung menolong Nadya terjebur kedalam selokan. Dengan keadaan kaki yang perih akibat luka Nadya yang dituntut Ana pulang kerumahnya.
By : Nadya Prmadina 

0 komentar:

Posting Komentar